Serambiupdate.com - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menilai kebijakan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda sebagai visi
strategis Presiden Prabowo Subianto untuk mengejar ketertinggalan Indonesia
sekaligus memperkuat pendidikan berbasis teknologi.Hal ini diikuti dengan penyuluhan pemerintah terhadap
keunggulan negara maju seperti Amerika Serikat dan China yang serius
mengembangkan pendidikan teknologi dan rekayasa, sehingga mampu mendominasi
industri, termasuk kendaraan Listrik, sehingga Indonesia perlu menyiapkan
generasi muda agar lebih fokus pada penguasaan teknologi terapan.
Abdul menegaskan, meski pemerintahan baru kerap dikaitkan
dengan isu pertahanan, pengembangan sumber daya manusia tetap menjadi prioritas
utama melalui perubahan orientasi pendidikan ke arah sains dan teknologi.
Selanjutnya, Abdul menjelaskan, Sekolah Rakyat ditujukan
bagi masyarakat prasejahtera dengan pendekatan pengentasan kemiskinan yang
dikoordinasikan Kementerian Sosial, sementara Sekolah Garuda dirancang sebagai
wadah siswa berbakat di bidang STEM agar terhubung dengan perguruan tinggi
unggulan. Abdul pun mengajak masyarakat berkolaborasi mendukung kemajuan
pendidikan nasional.
“Sekolah Rakyat ditujukan bagi masyarakat prasejahtera
melalui pendekatan pengentasan kemiskinan, sementara Sekolah Garuda disiapkan
untuk siswa berbakat STEM agar terhubung dengan perguruan tinggi unggulan.
Masyarakat perlu berkolaborasi memajukan pendidikan,” ujar Abdul.