Serambiupdate.com - Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) melaksanakan kegiatan studi komparasi lintas negara ke Singapura dan Malaysia pada 1 hingga 4 April 2026.
Kegiatan rutin tahunan ini bertujuan untuk
memperluas cakrawala akademik dan melihat secara langsung implementasi sistem
pendidikan bertaraf internasional. Selain 77
mahasiswa Pogram Studi Magiste Pendidikan Dasar (M.Pendas), rombongan
juga didampingi oleh 7 dosen pendamping, termasuk Ketua Program Studi M.Pend
Uhamka, Yessy Yanita Sari.
Fokus pada
Inovasi dan Sains
Selama empat hari, peserta mengunjungi berbagai
titik strategis pendidikan. Di Singapura, rombongan mengeksplorasi Singapore Science
Centre, sebuah pusat edukasi sains terkemuka untuk mempelajari metode
pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dan teknologi
instruksional yang interaktif.
Sementara di Malaysia, fokus kunjungan beralih pada
manajemen persekolahan dan kurikulum berbasis karakter. Peserta mengunjungi Sekolah
Rendah Islam I Musleh dan juga mendapat kesempatan audiensi dengan lembaga
pendidikan IKRAM Musleh yang membawahi ratusan sekolah di seluruh wilayah
Malaysia.
Rencana
Kolaborasi Strategis
Kunjungan kali ini membuahkan hasil yang
membanggakan. Salah satu poin krusial yang dihasilkan adalah rencana kerja sama
antara Uhamka dengan IKRAM Musleh, lembaga yang menaungi ratusan sekolah di
seluruh Malaysia.
Rencana kolaborasi tersebut mencakup pengiriman
guru-guru di bawah jaringan IKRAM Musleh untuk melanjutkan studi pascasarjana
di Sekolah Pascasarjana Uhamka, Jakarta. Hal ini membuktikan bahwa kualitas
pendidikan Uhamka semakin diakui di level regional Asia Tenggara.
Yessy Yanita Sari selaku Kaprodi M.Pendas,
menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen program studi
dalam mencetak lulusan yang memiliki wawasan global.
"Kami minta mahasiswa merancang kegiatan yang
akan diimplementasikan di sekolah masing-masing dari pengalaman dan ilmu yang
di dapat dari kunjungan ini, baik ke lembaga pendidikan maupun tempat-tempat
edu wisata, sehingga kegiatan ini jelas manfaat dan kontribusinya"
ujarnya.
Manfaat Bagi
Tenaga Pendidik
Ketua Panitia pelaksana, Yuni Puspita
Kancanasari, menambahkan bahwa mayoritas peserta yang merupakan praktisi
pendidikan atau guru merasakan dampak langsung dari kegiatan ini.
"Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat
berharga serta membuka wawasan baru bagi kami, khususnya dalam melihat langsung
bagaimana sistem pendidikan di negara lain diterapkan secara efektif dan
inovatif. Selain itu, interaksi dan diskusi yang terjalin selama kegiatan juga
memperkaya sudut pandang kami sebagai pendidik dalam menghadapi berbagai
tantangan di kelas. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami para mahasiswa
yang juga berprofesi sebagai guru. Banyak praktik baik dari sekolah-sekolah di
Singapura dan Malaysia yang bisa langsung kami terapkan di sekolah
masing-masing untuk meningkatkan kualitas pembelajaran," pungkas Yuni.
