Serambiupdate.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah untuk memperluas implementasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bagi Anak Tidak Sekolah (ATS).Kerja sama antara Kemendikdasmen dengan Pemda setempat, diawali melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) PJJ sebagai langkah mengenalkan sistem pembelajaran sekaligus memetakan kebutuhan belajar peserta didik.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan keberhasilan PJJ tidak dapat bergantung pada pemerintah pusat semata. Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar.
"Kolaborasi ini akan menjadi tonggak kuat dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di setiap wilayah daerah, tanpa terkendala jarak dan tempat," ucap Fajar.
Fajar juga optimistis penguatan tata kelola, sistem penyelenggaraan, dan penjaminan mutu akan meningkatkan kualitas PJJ sehingga mampu menghasilkan lulusan yang setara dengan pendidikan formal.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin mengatakan MPLS PJJ menjadi fondasi dalam membangun karakter, kemandirian, serta literasi digital peserta didik.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari pemerintah daerah. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai PJJ merupakan solusi untuk menjangkau seluruh anak tanpa terkendala kondisi geografis maupun sosial ekonomi.
"Bagi kami, filosofi Pendidikan Jarak Jauh adalah sekolah yang mendatangi anak, bukan menunggu anak datang ke sekolah," ucap Emil.