Serambiupdate.com - Dinas Pendidikan Kota Bandung menghadirkan Sistem Akselerasi dan Evaluasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (SAE PTK) sebagai inovasi untuk meningkatkan kompetensi, mengevaluasi kinerja, serta mendukung kesehatan mental para guru.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Bandung, Ahmad Asikin, menjelaskan bahwa inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pembinaan guru yang lebih terarah dengan mengacu pada hasil asesmen dan kondisi nyata di lapangan.
Berdasarkan hasil Asesmen Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (AKPTK) 2025 terhadap 15.977 guru, masih terdapat pendidik yang berada pada tingkat kompetensi dasar hingga menengah.
“Berangkat dari kondisi tersebut, kita perlu merancang intervensi untuk mengatasi kesenjangan kompetensi agar guru yang berada pada level menengah ke bawah dapat meningkatkan kemampuan dan mencapai tingkat kompetensi yang lebih baik,” ujar Ahmad.
Hasil asesmen tersebut turut mengidentifikasi sejumlah aspek yang perlu diperkuat, meliputi kompetensi pedagogik, penguasaan materi pembelajaran, penerapan metode pengajaran, serta pemahaman terhadap karakteristik peserta didik.
Di samping aspek kompetensi, skrining awal juga mengidentifikasi guru yang menunjukkan indikasi permasalahan kesehatan mental dengan tingkat keparahan beragam, mulai dari ringan hingga berat, sehingga memerlukan pendampingan psikologis.
Temuan tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi Disdik Kota Bandung untuk mengembangkan pola pembinaan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan profesional, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan psikologis guru agar dapat menjalankan tugas secara optimal.
Saat ini, Disdik Kota Bandung menaungi sekitar 2.052 satuan pendidikan yang mencakup jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP), dengan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan mencapai sekitar 19.053 orang.
Untuk menjangkau tenaga pendidik dalam jumlah besar secara lebih efektif, SAE PTK memanfaatkan platform berbasis daring. Dengan demikian, proses pembinaan dan peningkatan kompetensi dapat dilakukan tanpa harus selalu mengandalkan pelatihan secara tatap muka.
“Melalui SAE PTK, guru dapat meningkatkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Sistem ini juga memungkinkan pembinaan menjangkau seluruh pendidik di Kota Bandung tanpa harus selalu menyelenggarakan pelatihan tatap muka, karena telah dirancang dalam bentuk aplikasi daring,” jelas Ahmad.
Melalui aplikasi tersebut, pendidik dapat mengakses profil kompetensi berdasarkan hasil AKPTK sekaligus mengikuti proses pembelajaran melalui Learning Management System (LMS). Materi pembelajaran disediakan dalam bentuk modul digital yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi masing-masing guru.
Empat Pilar Utama SAE PTK
SAE PTK dirancang dengan mengintegrasikan empat pilar utama, yaitu Competency Development, Performance Monitoring, Teacher Well-being, serta Talent & Career Management.
Keempat pilar tersebut mencakup peningkatan kompetensi, pemantauan kinerja, perhatian terhadap kesejahteraan psikologis, serta pengelolaan potensi dan pengembangan karier pendidik yang terintegrasi dalam satu sistem.
Pada tahap awal implementasi, Disdik Kota Bandung melibatkan 1.394 guru dari 40 sekolah percontohan untuk menguji penerapan sistem pembinaan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan pendidik.
“Dengan mengintegrasikan keempat pilar tersebut, SAE PTK menjadi platform yang menghubungkan pengembangan kompetensi, pemantauan kinerja, kesejahteraan psikologis, serta pengelolaan karier guru dalam satu sistem terpadu,” tutup Ahmad.
Melalui penerapan inovasi ini, Disdik Kota Bandung berharap pembinaan pendidik dapat berjalan lebih tepat sasaran, kesempatan untuk mengembangkan kompetensi semakin terbuka luas, serta aspek kesejahteraan psikologis guru memperoleh perhatian yang lebih optimal.