Hal tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri Pemilihan Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SD Swasta Kota Bandung Periode 2027–2030 yang digelar di Pendopo Kota Bandung, Jumat (30/10/2026).
Farhan menjelaskan bahwa kapasitas pendidikan yang disediakan pemerintah melalui sekolah negeri belum cukup untuk menampung seluruh kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, sekolah swasta perlu ditempatkan sebagai mitra dalam memperluas jangkauan layanan pendidikan dan membuka kesempatan yang lebih besar bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan.
“Kita membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan sekolah swasta agar akses pendidikan bisa semakin luas. Keberadaan sekolah swasta menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Farhan.
Ia mencatat terdapat 213 SD swasta yang beroperasi di Kota Bandung. Jika setiap sekolah rata-rata memiliki 200 peserta didik, jumlah tersebut menunjukkan bahwa sekolah swasta berpotensi memberikan layanan pendidikan kepada sekitar 40.000 siswa.
Besarnya jumlah peserta didik yang dilayani tersebut memperlihatkan bahwa sekolah swasta memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di Kota Bandung. Kehadirannya tidak hanya menambah daya tampung pendidikan, tetapi juga memberikan alternatif bagi keluarga dalam menentukan pilihan sekolah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.
Farhan juga menilai keterlibatan sekolah swasta menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan target wajib belajar 12 tahun. Menurutnya, target tersebut akan sulit dicapai apabila seluruh kebutuhan pendidikan harus ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
“Kalau seluruhnya harus ditanggung pemerintah, akan sulit bagi kita mencapai target wajib belajar 12 tahun,” ujarnya.
