Serambiupdate.com - Pemerintah Provinsi Gorontalo meninjau langsung pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 71 di Kecamatan
Botumoito, Kabupaten Boalemo, sebagai bagian dari upaya memperluas akses
pendidikan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem. Kunjungan kerja tersebut
dipimpin Kepala Dinas Sosial Dukcapil Provinsi Gorontalo, Reflin Buata.Selain memantau kegiatan belajar mengajar, rombongan juga
meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi di Desa Bongo,
Kecamatan Wonosari. Peninjauan dilakukan bersama pejabat terkait dari provinsi
dan kabupaten serta pihak sekolah, guna memastikan pelaksanaan program berjalan
sesuai tujuan.
Dalam kunjungan tersebut, Reflin menegaskan dukungan
pemerintah pusat melalui alokasi anggaran lebih dari Rp227 miliar dari APBN
untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Program ini diharapkan menjadi terobosan
strategis dalam menjamin hak pendidikan dan masa depan anak-anak dari keluarga
prasejahtera.
Reflin menjelaskan Sekolah Rakyat dirancang sebagai model
pendidikan inklusif yang menggabungkan kurikulum nasional dengan penguatan
karakter dan pengembangan bakat. Sekolah ini tidak hanya menyediakan pendidikan
formal, tetapi juga pelatihan keterampilan untuk meningkatkan daya saing
lulusan.
“Sekolah Rakyat dirancang sebagai model pendidikan inklusif
yang menggabungkan kurikulum nasional dengan penguatan karakter dan
pengembangan bakat. Sekolah ini tidak hanya menyediakan pendidikan formal,
tetapi juga pelatihan keterampilan untuk meningkatkan daya saing lulusan,” ujar
Reflin.