Serambiupdate.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendukung pemulihan pendidikan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan layanan dukungan psikososial bagi murid dan guru.Kemendikdasmen RI menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya berfokus pada perbaikan fasilitas sekolah, tetapi juga kondisi mental warga sekolah agar proses kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal.
Prof. Mu’ti menjelaskan Kemendikdasmen bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), organisasi sosial, dan perguruan tinggi untuk membantu anak-anak mengatasi dampak psikologis akibat bencana, Sementara itu, perbaikan sarana pendidikan dilakukan secara bertahap melalui program revitalisasi.
“Anak-anak kita dibuat ceria dan gembira sebagai dukungan pemulihan psikologis bagi para korban, dan selanjutnya kita akan berfokus kepada revitalisasi infrastruktur pendidikan,” ujarnya.
Ketua Divisi Program Kebencanaan KRESNA HIMPSI Yuria Ekalitani mengatakan masih ditemukan murid yang mengalami kecemasan dan ketakutan akibat gempa susulan.
"Untuk membantu pemulihan, HIMPSI menggelar kegiatan Tenda Gembira melalui permainan terstruktur serta mengajarkan teknik stabilisasi emosi kepada anak-anak. Guru juga mendapat psikoedukasi dan pendampingan agar mampu memberikan dukungan psikologis awal kepada murid," ujar Yuria.
Dukungan tersebut dinilai memberikan dampak positif bagi murid terdampak. Salah satu siswa, Felix Axelleon Naweng, mengaku menjadi lebih tenang setelah mengikuti kegiatan psikososial.
“Setelah ada kegiatan tersebut, saya sudah lebih fokus dan tenang ketika bercerita tentang gempa,” katanya.