Serambiupdate.com - Pemerintah menargetkan pengembangan Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT) hingga mencapai 80 sekolah dalam kurun waktu lima tahun. Program ini ditujukan untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul, terutama di bidang sains, teknologi, dan sektor strategis lainnya.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa sejak program SUGT mulai diterapkan pada 2025, pemerintah telah menetapkan sebanyak 42 sekolah. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di 15 provinsi dan mencakup 9.288 peserta didik kelas XI dan XII serta 504 guru dan tenaga kependidikan.
“Untuk mencapai target 80 SUGT dalam lima tahun sesuai dengan mandat Presiden, pada tahun 2027 mendatang akan ditetapkan 20 SUGT baru. Kemudian, pada tahun 2028 akan ditambahkan 18 SUGT baru,” kata Qodari dalam konferensi pers Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Jakarta.
Sebagai informasi, pemerintah menetapkan 12 SUGT pada 2025 dan kembali menambah 30 sekolah pada 2026. Penambahan tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam memperluas pemerataan pendidikan berkualitas ke berbagai wilayah.
Program SUGT ditujukan bagi sekolah yang dikelola oleh pemerintah, pemerintah daerah, maupun masyarakat dan telah menunjukkan rekam jejak prestasi serta keunggulan.
Program pengayaan tersebut diberikan kepada peserta didik kelas XI dan XII, guru, tenaga kependidikan, hingga jajaran manajemen sekolah.
Selain SUGT, pemerintah juga mengembangkan program Sekolah Unggul Garuda Baru. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, sebanyak 307 peserta didik dinyatakan diterima setelah mengikuti rangkaian proses seleksi yang melibatkan ribuan pendaftar.
Peserta didik yang diterima terdiri atas 150 siswa dan 157 siswi yang terpilih dari 3.935 pendaftar yang dinyatakan lolos tahap verifikasi awal.
Dalam proses seleksi, pemerintah tidak hanya mempertimbangkan pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan keberagaman latar belakang daerah asal peserta didik.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan tiga pilar Sekolah Unggul Garuda, yaitu memperluas pemerataan akses pendidikan, mempersiapkan calon pemimpin masa depan, serta meningkatkan prestasi akademik dan kontribusi kepada masyarakat.
Keberhasilan program tersebut juga tercermin dari capaian para lulusannya. Pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 388 siswa SUGT berhasil diterima di sejumlah perguruan tinggi terbaik dunia, atau meningkat 177 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 140 siswa.
“Dampak yang sudah terukur jelas dari program ini adalah lonjakan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi yang berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi luar negeri terbaik dunia, naik 177 persen dari 140 siswa pada tahun ajaran 2024/2025 menjadi 388 siswa pada tahun ajaran 2025/2026,” ujar Qodari.
Para lulusan tersebut berhasil melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi internasional, di antaranya University of Toronto, University of Oxford, University of California Berkeley, Nanyang Technological University, serta Paris Sciences et Lettres.
Di sisi lain, program Beasiswa Garuda 2026 telah menempatkan sebanyak 515 penerima beasiswa di berbagai perguruan tinggi, baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri.
Pemerintah juga memperluas manfaat program melalui pengimbasan peningkatan kapasitas kepada sekolah lain. Sepanjang 2025, sebanyak 277 sekolah telah mendapatkan program tersebut sebagai upaya memperkuat mutu pendidikan di lingkungan sekitarnya.
