Serambiupdate.com Sebanyak 68 guru IPS SMP se-Kota Depok mengikuti pelatihan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam pembuatan media pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang digelar Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) bekerjasama dengan MGMP IPS Kota Depok ini berlangsung di UPTD SMP Negeri 6 Depok, Cilodong, Senin (10/8).
Pelatihan mengangkat kearifan lokal Ngubek Empang sebagai materi pembelajaran. Para guru diajak memanfaatkan teknologi digital untuk mengemas kearifan lokal tersebut menjadi media pembelajaran IPS yang lebih menarik, interaktif, dan dekat dengan kehidupan peserta didik.
Ngubek Empang merupakan salah satu kearifan lokal yang dapat dikaitkan dengan berbagai aspek pembelajaran IPS, antara lain kehidupan sosial masyarkat, nilai gotong royong, aktivitas ekonomi, serta hubungan manusia dengan lingkungan. Pengintegrasian kearifan lokal ke dalam pembelajaran diharapkan dapat membantu siswa memahami materi melalui konteks yang berada di lingkungan mereka.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengnan pembacaan doa dan sesi sambutan.
Sambutan disampaikan oleh Herawati selaku Ketua MGMP IPS dan Atiyatul Farida selaku Ketua sanggar MGMP IPS. Sesi tersebut menjadi bagian awal sebelum peserta memasuki kegiatan inti berupa pelatihan pembuatan media pembelajaran.
Kegiatan menghadirkan tiga dosen Uhamka sebagai narasumber, yaitu Lelly Qodariah dan Silvy Mei Pradita dari Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Atiqah Meutia Hilda Dosen Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri dan Informatika (FTII). Ketiganya memberikan materi yang memadukan pemanfaatan teknologi dengan pengembangan media pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal.
Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan dengan Prezi, platform presentasi interaktif berbasis kanvas yang memungkinkan guru menyajikan materi secra visual dan dinamis. Dengan memanfaatkan Prezi, guru dapat menyusun materi secara lebih terstruktur sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa.
Selain Prezi, peserta juga dikenalkan dengan NotebookLM, alat berbasis AI yang dapat membantu guru mengolah sumber pembelajaran yang telah diunggah. Pemanfaatannya antara lain untuk membantu merangkum materi, menyusun pertanyaan atau latihan, serta menghasilkan konten audio berdasarkan sumber pembelajaran yang digunakan.
Materi prompting juga menjadi bagian dari pelatihan. Peserta diperkenalkan pada formula P-K-T-F yaitu Peran, Konteks, Tugas, Format. Formula tersebut membantu guru menyusun instruksi yang lebih jelas dan terarah ketika menggunakan AI untuk mendukung kebutuhan pembelajaran.
Dengan pemanfaatan AI, guru dapat mengeksplorasi berbagai ide dalam pengembangan bahan ajar, mulai dari penyusunan kerangka materi, pertanyaan pemantik, latihan, hingga bahan evaluasi. Teknologi tersebut ditempatkan sebagai alat bantu yang mendukung kreativitas dan produktivitas guru dalam menyiapkan pembelajaran.
Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi, tetapi juga menghasilkan rancangan media pembelajaran yang dapat dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh tiga mahasiswa Uhamka, yakni Arfiana Husna dari FKIP serta Rifky Habibie Baihaqi dan Muhammad Rasyad dari FTII.
Kolaborasi Uhamka dan MGMP IPS Kota Depok ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi pembelajaran. Pemanfaatan AI dan media digital diharapkan dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran yang kreatif tanpa mengesampingkan nilai-nilai kearifan lokal.
Penggunaan Ngubek Empang sebagai sumber pembelajaran juga menjadi upaya untuk mendekatkan siswa dengan lingkungan sosial dan buidaya di sekitarnya. Dengan demikian, teknologi tidak hanya digunakan untuk membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan dan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap kearifan lokal.
Melalui kegiatan ini, Uhamka dan MGMP IPS Kota Deppok mendorong terciptanya pembelajaran IPS yang lebih kontekstual, kreatif, dan bermakna, dengan memadukan perkembangan teknologi digital dan kekayaan kearifan lokal.
Herawati, Ketua MGMP IPS Kota Depok meenyebutkan Pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan guru, yang saat ini tidak hanya dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga harus memanfaatkannya untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan dekat dengan kehidupan siswa.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan sekaligus memberikan inspirasi bagi guru IPS untuk terus berinovasi dalam pembelajaran,” ujar Herawati.
Menurut Lelly Qodariah selaku Dosen Pendidikan Sejarah FKIP Uhamka, kearifan gubek Empang memiliki banyak nilai yang dapat dikembangkan menjadi sumber pembelajaran IPS, mulai dari nilai gotong royong, kehidupan sosial, ekonomi, hingga hubungan masyarakat dengan lingkungannya.
"Melalui dukungan teknologi digital dan AI, nilai-nilai tersebut dapat dikemas menjadi media pembelajaran yang lebih kreatif dan kontekstual, sehingga siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga semakin mengenal lingkungan dan budayanya sendiri,” lanjut Lelly.
